Panduan Setup WordPress Caching Dengan WP Super Cache

setup wordpress super cache

Website terasa lambat merupakan suatu tanda kalau ada yang beres dengan website tersebut. Hal ini perlu kita waspadai. Mengapa demikian? Karena jika tidak segera teratasi, pengunjung akan kabur satu persatu.

Bagaimana cara mengatasinya? Caranya yaitu dengan caching.

WordPress caching adalah cara yang paling cepat dan mudah untuk meningkatkan performa website. Dengan caching pengunjung akan merasakan kalau website kita mudah diakses dan tidak perlu waktu lama untuk membuka halaman web.

Ada beberapa plugin WordPress yang bisa kita pakai untuk mengatur caching di website kita, yaitu antara lain WP Super Cache, W3 Total Cache, dan WP Rocket. Saya sendiri lebih suka menggunakan WP Super Cache karena settingnya mudah dan simpel.

Pada artikel ini saya akan membahas bagaimana cara mengatur caching di WordPress dengan plugin WP Super Cache.

Instalasi WP Super Cache

Pertama, login ke panel administrasi WordPress lalu klik menu Plugins > Add New. Ketikkan “wp super cache” pada kotak Search Plugins untuk mencari plugin WP Super Cache.

Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

search wordpress super cache

Selanjutnya akan muncul banyak sekali plugin yang terkait dengan fungsi caching di WordPress. Cari plugin dengan nama WP Super Cache lalu klik tombol Install Now untuk menginstall plugin tersebut.

install wordpress super cache

Tunggu hingga proses instalasi selesai lalu klik tombol Activate untuk mengaktifkannya.

Setting WP Super Cache

Setelah proses instalasi plugin WP Super Cache, selanjutnya akan muncul tampilan seperti contoh di bawah ini yang menginformasikan bahwa fitur caching di website Anda belum aktif.

cache disabled

Klik link “Plugin Admin Page” untuk mengaktifkan fitur caching di WordPress dan kita akan diarahkan menuju halaman setting WP Super Cache seperti contoh pada gambar di bawah ini.

enable super cache

Pilih opsi “Caching On (Recommended)” lalu klik tombol Update Status.

Selanjutnya klik tombol Test Cache seperti pada gambar di bawah ini untuk menguji apakah fitur caching bisa bekerja dengan baik di website kita.

cache tester

WP Super Cache akan mencoba untuk mengambil sampel data di website kita sebanyak dua kali dan membandingkan waktunya. Jika kedua halaman web tersebut waktunya sesuai berarti fitur caching sudah bekerja dengan baik.

Selanjutnya klik tab Advanced untuk mengatur konfigurasi WP Super Cache yang lain agar performa website kita lebih baik.

advanced caching

Cache hits to this website for quick access – Beri tanda centang untuk pilihan ini.

Selanjutnya ada 3 pilihan mode caching di bawahnya yaitu sebagai berikut:

  • Use mod_rewrite to serve cache files
  • Use PHP to serve cache files
  • Legacy page caching

Pilihan yang kedua yaitu “Use PHP to serve cache files” merupakan setting standar di WP Super Cache. Akan tetapi pilihan tersebut memiliki kelemahan yaitu memberatkan kerja server karena caching akan diproses oleh PHP.

Sebagai gantinya pilih saja opsi yang pertama, yaitu “Use mod_rewrite to serve cache files”.

advanced misc super cache

Compress pages so they’re served more quickly to visitors – Beri tanda centang untuk mengaktifkan kompresi halaman web.

304 Not Modified browser caching – Beri tanda centang untuk mengaktifkan browser caching.

Don’t cache pages for known users – Beri tanda centang untuk mengijinkan user administrator mengakses website tanpa caching.

Don’t cache with GET parameters – Beri tanda centang untuk mengaktifkan opsi ini.

Cache rebuild – Beri tanda centang untuk mengaktifkan opsi ini.

Setelah selesai mengatur setting di atas, klik tombol Update Status untuk menyimpan setting tersebut.

Selanjutnya WP Super Cache akan menampilkan pesan pemberitahuan yang menyatakan bahwa mod_rewrite harus diperbarui. Gulung layar ke bawah dan kita akan menjumpai kotak yang berisi beberapa aturan mod_rewrite yang harus ditambahkan.

Klik tombol Update Mod_Rewrite Rules. Jika berhasil kotak tersebut akan berubah warnanya menjadi hijau.

Untuk menghilangkan pesan tentang “garbage collection” caranya yaitu isi kotak Cache Timeout dan atur Scheduler seperti contoh di bawah ini lalu klik tombol Change Expiration.

wordpress super cache garbage collection

Catatan:

Jika kita melakukan perubahan pada website (entah itu konten, navigasi menu atau widget), kita harus menghapus cache yang lama pada website. Jika tidak, kita tidak akan bisa melihat perubahan tersebut sampai cache pada website diperbarui secara otomatis.

Cara menghapus cache cukup mudah. Kita tinggal mengklik tombol Delete Cache yang terdapat pada tab Content. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

delete cache

Pengaturan plugin WP Super Cache sudah selesai. Jika mengikuti panduan di atas secara benar, saya yakin sekarang website Anda akan menjadi lebih cepat daripada sebelumnya.

Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *