Panduan Optimasi URL Agar SEO Friendly

search friendly url

URL (Uniform Resource Locator) atau yang biasa disebut dengan istilah alamat web merupakan penanda lokasi suatu halaman web di Internet . Struktur URL sendiri terdiri dari protokol, nama domain dan path. Contoh dari URL yaitu sebagai berikut:

https://mydomain.com/seo-url/

Secara teknis kita diperbolehkan membuat URL dengan panjang hingga mencapai 2083 karakter. Namun demikian dari sisi SEO, URL yang panjang kurang begitu menguntungkan bagi website kita. Oleh karena itu kita harus melakukan optimasi URL sebelum halaman web yang kita buat dipublikasikan.

Optimasi URL merupakan salah satu elemen penting dari SEO On-Page yang tidak boleh kita abaikan. Kita harus memastikan bahwa struktur URL dari halaman web yang kita buat sudah ramah terhadap search engine atau istilahnya search friendly.

Baca Juga: Search Engine Submission

Apa Manfaat Search Friendly URL?

Ada tiga manfaat yang akan kita peroleh dengan membuat struktur URL yang search friendly yaitu sebagai berikut:

1. Pengunjung Lebih Mudah Dalam Mengingat URL

Struktur URL yang optimal dan tidak terlalu panjang akan membantu pengunjung dalam mengingat URL halaman di website kita. Selain itu pengunjung juga akan lebih mudah untuk menebak apa isi halaman web tersebut hanya dengan melihat URL-nya.

Bayangkan jika panjang URL halaman web kita mencapai 100 atau bahkan 1000 karakter, tentu pengunjung akan kesulitan untuk mengingatnya bukan? Nah, dengan demikian penting sekali untuk melakukan optimasi URL.

2. Meningkatkan Ranking Website

Struktur URL website merupakan salah satu faktor yang ikut menentukan ranking suatu website di hasil pencarian search engine. Walaupun pengaruhnya tidak terlalu besar, namun tidak ada salahnya apabila kita memperhatikan hal tersebut.

Keberadaan keywords atau kata kunci pada URL juga membantu untuk meningkatkan ranking website. Namun demikian kita juga harus bijak dalam menyisipkan kata kunci pada URL. Karena jika terlalu berlebihan malah tidak efektif sama sekali.

3. Sharing Lebih Gampang

Struktur URL yang optimal akan memudahkan pengunjung untuk membagikan URL tersebut kepada teman-teman mereka lewat media sosial seperti Facebook, Google+, atau Twitter.

Secara tidak langsung struktur URL yang optimal turut menentukan sukses atau tidaknya proses marketing website kita lewat media sosial. Logikanya makin sering URL halaman website kita dibagikan maka makin banyak juga nantinya yang akan mengunjungi website kita.

Bagaimana Cara Membuat Search Friendly URL?

Ada beberapa cara untuk membuat struktur URL yang baik dan disukai oleh search engine. Selengkapnya bisa dilihat pada infografis yang dibuat oleh Search Engine Land berikut ini.

seo url search engine land

Seperti yang termuat dalam infografis di atas, secara garis besar ada 12 tips untuk membuat struktur URL di website kita agar search friendly, yaitu sebagai berikut:

1. Top Level Domain

Apa hubungan antara Top Level Domain atau ekstensi nama domain yang digunakan oleh website dengan SEO? Search Engine Land mengatakan bahwa menggunakan Top Level Domain terutama .COM merupakan pilihan yang terbaik agar website lebih disukai oleh search engine.

Memang tidak ada yang melarang kita untuk menggunakan ekstensi nama domain lain seperti .BIZ atau .TEL. Yang menjadi persoalan adalah soal kepercayaan atau trust. Sejak dahulu .COM merupakan ekstensi yang paling banyak digunakan dan itu membuat orang gampang curiga kalau ada website yang menggunakan ekstensi selain .COM.

Kalau pengguna Internet sudah menaruh kepercayaan yang tinggi terhadap nama domain website kita maka itu akan mempunyai dampak yang positif terhadap SEO. Pengguna Internet tidak akan ragu-ragu lagi untuk mengunjungi website kita.

2. Penggunaan HTTP vs HTTPS

Keamanan data merupakan isu yang sangat penting terkait dengan transaksi lewat Internet. Dengan maraknya penyalahgunaan dan pencurian data lewat Internet, orang kini cenderung lebih berhati-hati ketika melakukan transaksi secara online.

Masalah keamanan data ini juga mendapat perhatian yang serius dari search engine seperti Google. Bahkan saat ini HTTPS merupakan salah satu faktor yang juga diperhitungkan untuk menentukan ranking website di hasil pencarian Google.

HTTPS sendiri merupakan singkatan dari HyperText Transfer Protocol Secure, yaitu versi HTTP yang lebih aman. Mengapa lebih aman? Karena informasi yang ada di website yang menggunakan HTTPS tersebut akan dienkripsi. Kita bisa melihat ciri-ciri website yang menggunakan HTTPS dengan mudah karena alamat URL-nya selalu diawali dengan https://.

3. Batasi Panjang URL

Berapa panjang URL yang ideal agar ranking website kita di hasil pencarian search engine lebih baik? Jawabannya yaitu buatlah URL sependek mungkin. Menurut Backlinko, URL yang pendek mempunyai ranking yang lebih baik daripada URL yang panjang.

Panjang URL disarankan tidak lebih dari 50 – 60 karakter. Ranking website kita tidak akan optimal kalau panjang URL yang ada di website kita melebihi itu.

4. Batasi Jumlah Kata

Menurut Search Engine Land, jumlah kata yang terdapat pada URL juga ikut berpengaruh terhadap SEO website. Sebisa mungkin batasi jumlah kata pada URL tidak lebih dari 5 kata. Prinsipnya makin sedikit makin baik.

Selain karena faktor SEO, dengan membuat URL yang pendek pengunjung juga akan lebih mudah mengingat alamat URL serta apa konten dari halaman website tersebut.

5. Perhatikan Aspek Readability

Dalam membuat URL, kita juga harus memperhatikan aspek readability. Artinya struktur URL harus bisa dibaca dan dipahami dengan mudah oleh pengguna Internet. Jangan hanya melakukan optimasi URL untuk kepentingan SEO saja.

Sebagai ilustrasi, coba bandingkan 2 contoh struktur URL di bawah ini.

https://mydomain.com/seo-url/
https://mydomain.com/p/gsftre76/

Perhatikan bahwa kedua struktur URL tersebut di atas sama-sama pendek namun yang pertama lebih baik. Mengapa demikian? Karena lebih deskriptif, mudah dipahami dan tidak membingungkan.

6. Penggunaan Hyphens vs Underscores

Hypens (-) dan underscores (_) merupakan tanda baca yang digunakan untuk memisahkan dua kata. Dari segi SEO penggunaan hypens lebih baik daripada underscores. Khususnya jika target SEO website kita adalah search engine Google.

Sebagai ilustrasi, coba bandingkan 2 contoh struktur URL di bawah ini.

https://mydomain.com/seo-url/
https://mydomain.com/seo_url/

Dari kedua contoh di atas, search engine Google menganggap bahwa yang pertama adalah yang terbaik. Jadi kalau URL halaman web yang kita buat lebih dari satu kata, usahakan untuk menggunakan hypens sebagai pemisahnya.

7. Gunakan Huruf Kecil (Lowercase)

Penggunaan huruf besar pada struktur URL berpotensi menyebabkan error pada server dengan sistem operasi Linux. Kalau pada Windows hal tersebut tidak menjadi masalah. Namun berhubung mayoritas web server yang ada di Internet menggunakan Linux maka penggunaan huruf kecil secara konsisten pada semua URL akan lebih baik.

Sebagai ilustrasi, coba bandingkan 3 contoh struktur URL di bawah ini.

https://mydomain.com/seo-url/
https://mydomain.com/SEO-URL/
https://mydomain.com/Seo-Url/

Ketiga contoh struktur URL tersebut di atas pada Windows akan mengacu pada halaman web yang sama. Akan tetapi pada web server dengan sistem operasi Linux dianggap beda.

8. Hindari Stop Words

Stop words adalah kata-kata umum yang cenderung diabaikan atau tidak akan diindeks oleh search engine. Biasanya berupa kata penghubung seperti dan (and), bahwa (that), dalam (in), Anda (you), dengan (with), di sini (here).

Stop words pernah menjadi isu hangat di kalangan pakar seo, apakah Google mengabaikannya atau mengindeksnya Dulu Google mengabaikannya tetapi kini Google sudah mengindeksnya, namun tetap mengutamakan kalimat yang tanpa stop words.

Meskipun Google tetap mengindeks-nya, sangat disarankan untuk tidak menggunakan stop words pada struktur URL.

9. Gunakan Karakter “Safe”

Dalam membuat URL pastikan bahwa kita selalu menggunakan karakter yang “safe”. Mungkin banyak yang bertanya-tanya apa yang dimaksud dengan karakter “safe”. Dan kalau ada karakter “safe”, pasti juga ada karakter “unsafe”.

Karakter yang termasuk “safe” adalah angka 1 – 9, huruf a – z, karakter $ – _ . + ! * ‘ () dan tanda tanya (?). Sedangkan karakter yang termasuk “unsafe” adalah spasi, tanda petik ganda (“), karakter < > # % { } | \ ^ ~ [ ].

10. Maksimal 2 Folder

Apa yang dimaksud dengan folder pada struktur URL? Maksudnya yaitu tanda garis miring (/) di belakang nama domain yang memisahkan teks pada URL. Agar struktur URL halaman web kita lebih optimal, usahakan maksimal 2 folder saja.

Coba bandingkan contoh struktur URL di bawah ini.

https://mydomain.com/seo-url/
https://mydomain.com/2018/08/12/seo-url/

Dari segi SEO, contoh URL yang pertama lebih baik karena jumlah folder lebih sedikit.

11. Target 1 – 2 Kata Kunci

Menyisipkan keywords atau kata kunci merupakan salah satu cara yang efektif untuk mendapatkan ranking yang cukup baik di hasil pencarian search engine. Meskipun demikian kita tidak boleh sembarangan dalam menggunakan keywords.

Kata kunci pada URL harus mencerminkan apa konten halaman website yang bersangkutan. Selain itu kita harus membatasi jumlah kata kunci pada URL. Usahakan jumlahnya 1 – 2 kata kunci saja tiap URL.

12. Hindari Pengulangan Kata Kunci

Kata kunci yang berulang pada URL harus kita hindari. Google akan menganggap kita memanipulasi URL kalau ditemukan kata kunci yang berulang pada URL. Jika itu terjadi maka justru kerugian yang akan kita dapatkan.

Perhatikan contoh pengulangan kata kunci pada struktur URL di bawah ini.

https://mydomain.com/seo/seo-url/

Pada contoh di atas terdapat pengulangan kata kunci yaitu “seo”. Hal itu harus kita hindari sebisa mungkin. Akan lebih baik jika struktur URL tersebut diubah menjadi seperti dua contoh di bawah ini.

https://mydomain.com/seo/url/
https://mydomain.com/seo-url/

Itulah 12 tips bagaimana cara membuat struktur URL yang search friendly. Kalau kita mempraktikkan tips tersebut secara konsisten ketika membuat konten website dijamin ranking halaman web kita akan bagus di hasil pencarian Google.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *