Tips Menanggapi Komentar Negatif di Media Sosial

komentar negatif media sosial

Pernahkah Anda mendapat komentar negatif, entah itu lewat blog atau media sosial seperti Twitter dan Facebook? Tentunya sangat menjengkelkan bukan?

Media sosial merupakan sarana yang sangat efektif untuk membangun komunikasi dengan pelanggan. Akan tetapi jika kita tidak hati-hati media sosial juga bisa menghancurkan reputasi kita sendiri.

Ada sebuah cerita menarik yang dimuat di situs BuzzFeed.com yang berkaitan dengan hal tersebut. Judulnya adalah This Is The Most Epic Brand Meltdown On Facebook Ever.

Artikel tersebut menceritakan tentang perdebatan sengit antara dua orang pemilik restoran yang bernama Samy dan Amy Bouzaglo dengan pengunjung halaman Facebook restoran mereka.

Kisah tersebut bermula saat kedua pemilik restoran tersebut turun tangan untuk menanggapi berbagai komentar negatif di halaman Facebook restoran tersebut yang mereka anggap sangat menjengkelkan.

Rupanya kedua pemilik restoran tersebut menanggapi komentar negatif yang masuk dengan cara yang cukup kasar. Hasilnya tidak lama kemudian mereka justru kembali mendapatkan komentar lain yang lebih pedas. Celakanya, mereka berdua tidak terima dan terus berusaha untuk mempertahankan argumentasi mereka.

Apa selanjutnya yang terjadi?

Dalam waktu yang singkat halaman Facebook restoran tersebut dibanjiri dengan berbagai komentar yang isinya saling menjatuhkan dan saling menjelek-jelekkan antara kedua belah pihak.

Tidak cukup sampai di situ, kedua pemilik restoran tersebut juga menantang pengguna media sosial lain (Yelp dan Reddit kalau nggak salah). Kedua pemilik restoran tersebut melarang pengguna kedua media sosial tersebut untuk menyebarluaskan kebencian mereka lewat halaman web restoran tersebut.

Sayangnya pengguna Yelp dan Reddit ternyata lebih susah diatur dan lagi-lagi terjadi perdebatan yang sengit tiada henti lewat Yelp dan Reddit.

Samy, pemilik restoran tersebut rupanya tidak sabaran dan sangat marah terhadap komentar-komentar tersebut. Dia pun mulai menyombongkan diri dan memuji-muji dirinya sendiri sembari merendahkan pengguna lainnya dengan kata-kata yang cukup menyakitkan.

Hasilnya sudah bisa diduga. Dia justru menuai kecaman dan cemoohan dari pengguna lain. Karena marah dia menantang siapa saja yang tidak terima dengan argumentasi dia untuk meneruskan perdebatan tersebut lewat jalur hukum.

Bagaimana akhir cerita tersebut? Cukup menggelikan, kedua pemilik restoran tersebut mengadukan kejadian tersebut kepada polisi dan menyuruh mereka untuk memanggil para pengguna media sosial tersebut.

Belajar dari kisah tersebut ada baiknya jika kita memperhatikan beberapa kiat berikut ini jika suatu saat kita mendapat komentar negatif yang kurang kita sukai lewat media sosial.

1. Selektif Dalam Menanggapi Komentar

Kita tidak perlu membalas setiap komentar yang masuk. Pilih kira-kira mana komentar yang perlu ditanggapi dan mana yang tidak. Biarkan saja komentar yang berpotensi menimbulkan kekacauan jika kita tanggapi secara serius.

2. Tanggapi Komentar Secara Profesional

Kita harus menanggapi komentar negatif dengan cara yang sopan. Ketika menulis tanggapan jangan pernah menggunakan huruf besar semua. Di dunia maya mengetik dengan huruf besar semua dianggap berteriak atau bisa juga dibilang membentak. Kita juga tidak perlu memberikan penekanan pada tanggapan kita dengan huruf besar.

3. Tidak Perlu Melibatkan Diri Dalam Perdebatan

Ketika percakapan sudah mulai mengarah ke perdebatan kita harus segera mengakhirinya dan jangan terpancing apalagi sampai melibatkan diri dalam perdebatan tersebut.

4. Tidak Perlu Menyalahkan Orang Lain

Kita tidak perlu membela diri dengan cara menyalahkan orang lain karena hal ini akan menimbulkan kesan kita ingin melarikan diri dari tanggung jawab. Usahakan untuk menanggapi kritik secara wajar dan tidak perlu emosi.

5. Tanggapi Komentar Dengan Pertanyaan

Daripada bersikap defensif seperti yang dilakukan oleh Samy dan Amy pada kisah di atas, akan lebih baik jika kita menanggapi komentar negatif dengan pertanyaan untuk meminta klarifikasi agar permasalahan menjadi lebih jelas. Secara logika hal ini akan menimbulkan kesan bahwa kita serius untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Jika perlu kita bisa mengarahkan percakapan tersebut untuk diteruskan secara personal lewat email atau telepon. Hal ini akan mencegah konflik dengan pengguna media sosial yang lain karena mereka juga melihat komentar yang kita tulis walaupun bukan ditujukan kepada mereka.

6. Minta Maaf Jika Perlu

Jangan sungkan untuk meminta maaf jika ternyata permasalahannya terletak pada kita. Sebuah permintaan maaf yang tulus kadang-kadang bisa meredakan situasi dan akan menimbulkan respek yang positif di mata orang lain.

Bagaimana pendapat Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *