Panduan Instalasi WordPress

panduan instalasi wordpress

Pada artikel ini kita akan belajar bagaimana cara setup WordPress, mulai dari proses instalasi, mengenal seluk beluk panel administrasi WordPress, cara mengatur setting website serta cara membuat dan mempublikasikan konten di website.

Dulu kalau kita ingin membuat website mau nggak mau kita harus belajar terlebih dahulu pemrograman web. Kita harus paham apa itu HTML, CSS, dan JavaScript. Kalau tidak, terpaksa kita harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyewa jasa web programmer.

Namun itu semua hanyalah cerita masa lalu. Kini semuanya jadi mudah dengan adanya software CMS atau Content Management System. Dengan CMS, kita tak perlu lagi pusing belajar HTML dan kawan-kawannya apabila ingin membuat website.

Salah satu CMS yang paling populer saat ini yaitu WordPress.

Apa Itu WordPress

WordPress merupakan software Content Management System (CMS) yang paling populer saat ini. Dengan WordPress kita bisa membuat berbagai macam tipe website, misalnya blog, toko online, portal berita, website sekolah, company profile, forum diskusi, website media sosial, e-learning system, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Baca Juga: 7 Fakta Yang Menunjukkan WordPress CMS Paling Populer

Mungkin ada yang bertanya-tanya, mengapa memakai WordPress dan bukan CMS yang lain.

Berikut ini 10 kelebihan WordPress untuk membangun website:

1. Free dan Open Source

WordPress merupakan software yang free dan open source. Siapa pun bisa menggunakan WordPress secara gratis, tanpa perlu bayar. Selain itu source code WordPress bersifat terbuka dan bisa dimodifikasi sesuai dengan keperluan.

Kalau kita ingin membuat website dengan WordPress, kita tinggal menyediakan hosting dan nama domain saja. Software-nya yaitu WordPress sudah tersedia dan tinggal dipakai saja. Kalau kita kesulitan untuk mengatur setting WordPress atau ingin mengubah tampilannya, ada banyak sekali developer WordPress yang siap membantu.

2. Multi Purpose

WordPress merupakan software yang multi-purpose. Kita bisa menggunakan WordPress untuk membangun berbagai macam website seperti blog, personal website, toko online, direktori bisnis, company profile, komunitas online, website sekolah, dan sebagainya.

Bahkan bisa dibilang bahwa segala macam model website bisa dibuat dengan WordPress. Kita tinggal mencari plugin WordPress yang sesuai dengan model website yang ingin kita buat. Atau kalau tidak ada, kita bisa membuatnya sendiri.

3. User Friendly

WordPress terkenal dengan tampilannya yang simpel dan mudah digunakan. Kecuali kita ingin memodifikasi tampilan website, kita tak perlu mahir pemrograman web untuk bisa menggunakan WordPress.

Dengan WordPress kita bisa mengatur dan mengubah setting website kita setiap saat. Kita bisa mengatur navigasi menu, menambah dan menghapus user, maupun menginstall plugin sendiri dengan mudah tanpa harus meminta bantuan kepada web developer.

4. Search Engine Friendly

WordPress merupakan Content Management System yang search engine friendly. Google sangat menyukai website yang dibuat dengan WordPress. Website kita dijamin akan mudah terindeks oleh search engine.

WordPress juga mempunyai beberapa plugin SEO yang bisa kita pakai untuk mengatur setiap aspek website kita agar lebih disukai oleh search engine. Salah satu plugin SEO yang cukup populer adalah Yoast SEO.

5. Mobile Friendly

Saat ini desain website yang mobile friendly merupakan suatu kebutuhan. Mengapa demikian? Karena kecenderungannya sekarang ini orang lebih suka menggunakan smartphone daripada komputer desktop untuk mengakses website.

Jadi mau nggak mau website kita juga harus menyesuaikan hal itu. Untungnya jika website kita menggunakan WordPress, kita tidak perlu bersusah payah. Saat ini hampir semua theme WordPress yang dirilis, baik itu yang gratisan maupun komersial sudah mobile friendly.

6. Visual Editing

WordPress sudah dilengkapi dengan fasilitas editing berbasis visual. Tampilannya mirip dengan aplikasi Office yang sering kita gunakan untuk mengetik dokumen. Kita bisa membuat dan mengedit konten website kita sendiri dengan mudah tanpa harus mempelajari kode HTML yang rumit.

Visual editing di WordPress juga sudah terintegrasi dengan fasilitas untuk mengupload gambar atau foto sehingga kita bisa menambahkan gambar di konten website kita dengan mudah.

7. Multi User

WordPress merupakan Content Management System yang multi user. Itu artinya user yang bisa login ke website kita tidak hanya satu. Sebagai administrator kita bisa menambah dan mengatur hak akses setiap user di website kita.

Apabila website kita merupakan website bisnis dan perusahaan kita memiliki banyak karyawan maka kita bisa mendelegasikan pengelolaan website tersebut kepada beberapa karyawan sekaligus. Setiap karyawan bisa mengakses website kita sesuai dengan hak akses yang mereka miliki.

8. Theme

Theme merupakan komponen WordPress yang bertanggung jawab untuk mengatur tampilan atau layout website. Dengan theme, kita bisa mengubah tampilan website sesuai dengan kebutuhan kita.

Di website WordPress Theme Directory, kita bisa menemukan ribuan theme gratis yang bisa kita gunakan untuk mengatur tampilan website kita. Jika tidak ada yang cocok, kita juga bisa mencari theme lain baik itu yang gratisan maupun premium dengan mudah.

9. Plugin

Plugin merupakan aplikasi tambahan yang berfungsi untuk menambah fasilitas di WordPress. Dengan plugin tersebut kita bisa menambah atau melengkapi website kita dengan fitur-fitur yang menarik seperti toko online, forum diskusi, media sosial dan sebagainya.

Kita bisa mencari plugin WordPress yang kita butuhkan di WordPress Plugin Directory. Di situ tersedia ribuan plugin gratis yang bisa kita pakai untuk menambah fitur di website Anda.

10. Auto Update

Tidak ada sistem yang 100% aman di dunia ini, termasuk WordPress. Apalagi WordPress merupakan software yang free dan open source. Dari waktu ke waktu pasti ditemukan celah keamanan di WordPress yang bisa dimanfatkan oleh orang jahat untuk menjebol website.

Oleh karena itu update wajib dilakukan agar website aman. Dalam hal ini WordPress patut diacungi jempol. Mengapa demikian? Karena saat ini WordPress telah dilengkapi dengan fasilitas auto-update. Apabila tersedia update baru, secara otomatis website akan mendownload dan memperbarui software WordPress yang digunakan.

Apa Yang Dibutuhkan Untuk Membuat Website Dengan WordPress?

Jika kita ingin membuat website dengan WordPress, ada dua hal yang harus kita persiapkan terlebih dahulu.

PERTAMA, pastikan bahwa sudah tersedia nama domain untuk website tersebut.

Nama domain berfungsi sebagai identitas dan alamat website di Internet agar lebih mudah diakses oleh pengunjung. Contohnya yaitu “sorsawo.com”. Kalau belum ada nama domain berarti kita harus mendaftarkan nama domain yang akan dipakai terlebih dahulu.

KEDUA, menentukan server hosting yang akan digunakan untuk menempatkan file instalasi WordPress dan dokumen lainnya agar website tersebut bisa diakses lewat Internet.

Baca Juga: Apa Perbedaan Antara Shared Hosting, VPS dan Dedicated Server

Instalasi dan Setup WordPress

Ada dua metode instalasi dan setup WordPress yang akan kita bahas di artikel ini yaitu instalasi dengan Softaculous dan instalasi secara manual. Silakan dipilih metode instalasi yang paling cocok sesuai dengan kondisi hosting yang digunakan.

Instalasi WordPress Dengan Softaculous

Softaculous adalah software installer yang berfungsi untuk memudahkan proses instalasi aplikasi berbasis web. Web hosting yang menggunakan cPanel biasanya menyediakan fasilitas Softaculous agar pengguna tidak repot ketika ingin memasang aplikasi seperti WordPress.

Berikut ini langkah-langkah instalasi WordPress di hosting cPanel dengan Softaculous:

Langkah 1

Login ke aplikasi cPanel dengan username dan password yang kita peroleh dari penyedia layanan web hosting. Pada umumnya informasi alamat URL dari aplikasi cPanel beserta username dan password-nya akan dikirimkan setelah account web hosting kita aktif.

Langkah 2

Jika login berhasil, akan muncul halaman depan aplikasi cPanel. Klik ikon Softaculous di bagian Software Services. Jika tidak ada, itu artinya web hosting tidak menyediakan fasilitas Softaculous dan kita harus melakukan instalasi secara manual atau dengan installer lain yang mereka sediakan.

cpanel softaculous

Langkah 3

Selanjutnya akan muncul tampilan halaman homepage Softaculous yang berisi berbagai macam aplikasi yang bisa kita install. Setiap aplikasi sudah dikelompokkan sesuai dengan kategorinya masing-masing.

Klik kategori Blogs dan selanjutnya akan terlihat beberapa aplikasi yang bisa kita install, salah satunya yaitu WordPress. Klik link WordPress untuk melakukan instalasi WordPress.

Langkah 4

Pada halaman selanjutnya akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini yang berisi deskripsi singkat tentang WordPress, lengkap dengan menu-menu di bagian atasnya.

softaculous install wordpress

Pilih tab Install seperti pada gambar di atas lalu klik tombol Install Now untuk memulai proses instalasi.

Langkah 5

Masukkan informasi website yang ingin kita buat pada form isian yang tersedia.

softaculous software setup

Keterangan:

  • Choose Protocol – Jika website kita menggunakan protokol https, pilih saja opsi https. Namun jika tidak, biarkan saja seperti pilihan semula yaitu http.
  • Choose Domain – Jika kita memiliki beberapa nama domain, maka kita harus menentukan pada domain yang mana WordPress tersebut akan diinstall.
  • In Directory – KOSONGKAN kolom isian ini, kecuali kita ingin menginstall WordPress pada direktori tertentu.
  • Database Name – Kolom isian ini secara otomatis akan diisi oleh Softaculous secara acak. kita tidak perlu mengubahnya.
softaculous site setting

Keterangan:

  • Site Name – Masukkan nama website yang akan kita buat.
  • Site Description – Masukkan deskripsi singkat tentang website tersebut.
  • Enable Multisite (WPMU) – Biarkan saja, JANGAN dicentang.
softaculous admin account

Keterangan:

  • Admin Username – Masukkan username untuk login ke panel administrasi WordPress.
  • Admin Password – Masukkan password untuk login ke panel administrasi WordPress.
  • Admin Email – Masukkan email untuk menerima notifikasi dari WordPress.
softaculous advanced options

Keterangan:

  • Disable Update Notification – Beri tanda centang pada opsi ini.
  • Auto Upgrade – Tidak perlu dicentang.
  • Automated Backups – Abaikan saja, tidak perlu diubah.
  • Backup Rotation – Abaikan saja, tidak perlu diubah.
softaculous wordpress install

Klik tombol Install setelah semua kolom isian dilengkapi. Tunggu beberapa saat. WordPress akan segera terinstall.

softaculous install sukses

Kalau muncul tampilan seperti gambar di atas berarti WordPress sudah terinstall. Selanjutnya kita bisa login ke panel administrasi WordPress untuk mengatur setting website.

Instalasi WordPress Secara Manual

Kita bisa melakukan instalasi WordPress secara cepat dan mudah dengan bantuan software installer seperti Softaculous. Namun dalam kondisi tertentu kita harus melakukan instalasi secara manual.

Ada beberapa plugin tertentu yang tidak mau aktif apabila kita melakukan instalasi WordPress dengan software installer, salah satunya yaitu BuddyPress. Jika kita berencana untuk menggunakan plugin tersebut maka kita harus melakukan instalasi WordPress secara manual.

buddypress requirement

Berikut ini langkah-langkah untuk melakukan instalasi WordPress secara manual:

Langkah 1: Download Paket Instalasi WordPress

Pertama kita harus mendownload paket instalasi WordPress dari WordPress.org. Pastikan untuk mendownload WordPress versi terbaru.

download wordpress

Klik tombol menu Download WordPress untuk mendownload software tersebut lalu simpan di komputer kita. Selanjutnya ekstrak paket instalasi WordPress tersebut.

Langkah 2: Upload File Instalasi WordPress

Langkah selanjutnya yaitu mengupload file instalasi WordPress ke server. Jika kita ingin membuat website berbasis WordPress pada domain utama, maka kita harus mengupload file instalasi WordPress di folder “public_html”.

Namun kita juga diperbolehkan apabila ingin menginstall WordPress pada folder tersendiri. Sebagai contoh, jika nantinya kita ingin WordPress bisa diakses dengan alamat “http://namadomain.com/blog/” maka kita perlu mengupload file instalasi WordPress tersebut di folder “public_html/blog”.

Kita bisa mengupload file instalasi WordPress ke server hosting dengan bantuan software FTP seperti FileZilla.

FileZilla merupakan software FTP yang sangat populer dan mudah digunakan. Kita bisa mendownload software tersebut secara gratis di website resmi FileZilla. Pilih software dengan tipe Client.

filezilla

Setelah FileZilla terinstall, jalankan software tersebut lalu masukkan nama domain atau alamat IP, username dan password FTP server yang kita gunakan pada kolom yang tersedia. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

filezilla connection

Klik tombol QuickConnect dan selanjutnya jika koneksi berhasil akan muncul daftar file di account hosting kita. Cari folder “www” atau “public_html” lalu klik dua kali.

Untuk mengupload file instalasi WordPress, pilih semua file yang akan diupload lalu klik kanan. Selanjutnya klik menu Upload untuk memulai proses upload. Tunggu hingga proses upload selesai. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

filezilla uploading

Langkah 3: Buat Database MySQL

Langkah selanjutnya yaitu membuat database. Caranya login terlebih dahulu ke cPanel lalu klik ikon MySQL Databases yang ada di kategori Databases. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

cpanel database

Masukkan nama database yang ingin kita buat pada kotak isian New Database. Selanjutnya klik tombol Create Database seperti contoh pada gambar di bawah ini.

cpanel create database

Selanjutnya akan muncul konfirmasi yang menyatakan bahwa database berhasil dibuat. Klik link Go Back untuk kembali ke halaman sebelumnya.

Gulung halaman di cPanel ke bawah hingga terlihat tampilan untuk menambah user database. Buat username yang baru dengan mengisikan username dan password seperti contoh pada gambar di bawah ini.

cpanel database user

Setelah kita mengklik tombol Create User akan muncul tampilan yang mengkonfirmasikan bahwa username berhasil dibuat. Jangan lupa untuk mencatat username dan password tersebut. Klik link Go Back untuk kembali ke halaman sebelumnya.

Langkah selanjutnya tambahkan hak akses user tersebut ke database yang telah kita buat sebelumnya seperti contoh pada gambar di bawah ini.

cpanel user database

Setelah kita mengklik tombol Add akan muncul tampilan seperti contoh pada gambar di bawah ini.

database privileges

Beri tanda centang seperti contoh pada gambar di atas lalu klik tombol Make Changes. Oke, proses pembuatan database MySQL telah selesai. Pastikan telah mencatat informasi nama database, username serta password.

Langkah 4: Instalasi WordPress

Sekarang saatnya untuk memulai proses instalasi WordPress. Jika kita mengupload file instalasi WordPress di folder “public_html”, kita perlu menjalankan proses instalasi dengan mengakses alamat URL “http://namadomain.com”.

Selanjutnya akan muncul tampilan yang menginformasikan bahwa kita belum mempunyai file “wp-config.php” yang merupakan file konfigurasi WordPress. Klik tombol yang ada di situ untuk membuat file tersebut.

Berikutnya klik tombol Let’s Go dan masukkan informasi database MySQL yang telah kita buat pada tahap 3. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

wordpress database connection

Masukkan informasi database dengan benar lalu klik tombol Submit. Selanjutnya akan muncul tampilan konfirmasi seperti contoh pada gambar di bawah ini.

wordpress install

Klik tombol Run the Install untuk memulai proses instalasi WordPress.

Pada tampilan selanjutnya masukkan informasi website yang ingin kita buat seperti judul website, username, password dan email seperti contoh pada gambar di bawah ini.

wordpress install info

Klik tombol Install WordPress dan tunggu hingga proses instalasi WordPress selesai. Jika instalasi berhasil akan muncul tampilan seperti contoh pada gambar di bawah ini.

wordpress install sukses

Proses instalasi dan setup WordPress telah selesai. Selanjutnya kita bisa login ke panel administrasi WordPress untuk mengatur setting website.

Apa Langkah Selanjutnya Setelah Instalasi Selesai?

Setelah proses instalasi dan setup WordPress selesai, langkah selanjutnya yaitu kita harus mengatur setting WordPress agar lebih optimal. Kita tidak perlu mengubah semua setting, cukup beberapa setting penting saja.

Langkah pertama untuk mengatur setting WordPress yaitu login ke panel administrasi WordPress. Untuk masuk ke panel administrasi WordPress, ketikkan alamat URL dengan format seperti berikut ini:

http://namadomain.com/wp-admin

Ganti “namadomain.com” tersebut dengan alamat website kita. Selanjutnya akan muncul tampilan form login WordPress. Masukkan username dan password yang kita buat pada saat proses instalasi lalu klik tombol Login.

Jika username dan password yang kita gunakan cocok, selanjutnya akan muncul halaman depan panel administrasi WordPress seperti di bawah ini.

wordpress dashboard

Di sebelah kiri adalah tampilan daftar menu yang bisa kita gunakan untuk mengakses fungsi-fungsi yang terdapat pada panel administrasi WordPress. Menu standar yang ada di WordPress yaitu sebagai berikut:

  • Dashboard – Menu untuk menampilkan halaman depan panel administrasi WordPress.
  • Posts – Menu untuk menampilkan daftar posting di website.
  • Media – Menu untuk menampilkan daftar media (gambar, audio dan video) yang diupload ke website.
  • Pages – Menu untuk menampilkan daftar halaman statis di website.
  • Comments – Menu untuk menampilkan daftar komentar dari pengunjung website.
  • Appearance – Menu untuk mengatur tampilan website.
  • Plugins – Menu untuk menampilkan daftar plugin yang terpasang di WordPress.
  • Users – Menu untuk menampilkan daftar user yang bisa login ke panel administrasi WordPress.
  • Tools – Menu untuk ekspor / impor konten website dari platform lain.
  • Settings – Menu untuk mengatur konfigurasi website.

Jika pada suatu saat kita menambahkan plugin ada kemungkinan struktur menu tersebut di atas akan berubah. Mengapa demikian? Karena plugin biasanya mempunyai beberapa halaman pengaturan dan itu memerlukan menu sendiri agar pengguna lebih mudah dalam mengakses halaman tersebut.

Pada bagian kanan atas jika kita gerakkan kursor mouse di atasnya akan muncul beberapa menu, yaitu menu Edit My Profile yang bisa kita gunakan untuk mengubah profil user WordPress dan menu Log Out untuk keluar dari panel administrasi WordPress.

General Settings

Klik menu Settings > General untuk menampilkan halaman pengaturan umum. Pada halaman ini ada beberapa setting yang perlu kita ubah (jika perlu), yaitu Site Title, Tagline, Timezone, Site Language, Date Format dan Time Format.

Site Title dan Tagline

Site Title dan Tagline berfungsi untuk memberikan informasi singkat kepada pengunjung tentang website kita. Ganti isian Site Title dan Tagline sesuai dengan website kita. Sebagai contoh, berikut ini setting Site Title dan Tagline untuk Sorsawo Magazine.

site title

Site Language

WordPress merupakan CMS yang bersifat multi language, yang artinya kita bisa menggunakan WordPress dalam berbagai bahasa termasuk bahasa Indonesia. Dalam berbagai tutorial yang ada di Sorsawo Magazine ini bahasa yang digunakan di WordPress adalah bahasa Inggris.

Kita bisa mengubah konfigurasi bahasa tersebut dengan mengatur setting Site Language. Setelah konfigurasi WordPress tersimpan, tampilan panel administrasi WordPress akan berubah sesuai dengan bahasa yang kita pilih. Begitu pula dengan tampilan front-end, jika theme yang kita gunakan tersedia dukungan untuk bahasa tersebut.

wordpress language

Timezone

Setting Timezone berfungsi untuk menampilkan informasi tanggal dan waktu yang akurat pada website sesuai dengan zona waktu kita. Sebagai contoh jika kita tinggal di Indonesia bagian barat, pilih opsi Jakarta seperti contoh di bawah ini.

wordpress timezone

Date Format

Setting Date format berfungsi untuk mengubah format tanggal yang akan ditampilkan di WordPress kita. Ubah setting tersebut sesuai dengan format yang kita inginkan seperti gambar di bawah ini.

wordpress date format

Time Format

Setting Time format berfungsi untuk mengubah format waktu yang akan ditampilkan di WordPress kita. Ubah setting tersebut sesuai dengan format yang kita inginkan seperti gambar di bawah ini.

wordpress time format

Setelah selesai mengatur konfigurasi General Settings di atas jangan lupa untuk mengklik tombol Save Changes agar semua konfigurasi tersebut tersimpan.

Permalink Settings

Permalink adalah struktur URL dari website. Kita harus mengatur struktur URL di website kita agar lebih optimal. Tujuannya yaitu agar website kita lebih mudah terindeks oleh search engine khususnya Google.

Klik menu Settings > Permalinks untuk menampilkan halaman pengaturan Permalink.

Opsi permalink di WordPress yang direkomendasikan oleh banyak pakar SEO yaitu Post Name. Pilih opsi tersebut lalu klik tombol Save Changes untuk menyimpan konfigurasi tersebut. Contohnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

wordpress permalink

Sampai di sini bisa dikatakan bahwa proses instalasi dan setup website dengan WordPress sudah selesai. Selanjutnya kita bisa mulai mempublikasikan konten, memilih theme WordPress yang cocok atau menambah fitur dengan plugin WordPress.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *