Menghitung Biaya Membuat Website Sendiri Dengan WordPress

biaya membuat website

Bicara tentang berapa biaya minimum yang diperlukan untuk membuat website dengan WordPress tentu setiap orang akan mempunyai pendapat yang berbeda-beda.

Bagi yang sudah mahir membuat website dengan WordPress, bisa jadi biaya yang diperlukan tidak akan terlalu besar. Namun beda bagi orang yang tidak mengerti sama sekali bagaimana cara membuat website.

Nah, pada artikel ini saya ingin membahas sedikit bagaimana cara menghitung biaya membuat website sendiri dengan WordPress, ditinjau dari sudut pandang pengguna WordPress yang masih pemula.

Saya menggunakan asumsi bahwa Anda membuat sendiri website tersebut. Mengapa demikian? Karena jika kita menyewa jasa web developer tentu saja biayanya akan jauh lebih besar dan perhitungannya pun cukup rumit.

Ada lima komponen yang akan kita gunakan sebagai dasar perhitungan, yaitu nama domain, web hosting, setup WordPress, theme dan plugin.

Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Pelaku Bisnis Harus Mempunyai Website

Nama Domain

Setiap website memerlukan nama domain, kecuali kalau kita membuat website dengan layanan gratisan seperti Blogger / Blogspot dan WordPress.com. Namun kita tidak akan membicarakan kedua layanan tersebut di artikel ini.

Baca Juga: Pilih WordPress atau Blogger? Ini Dia Perbandingan Keduanya

Nama domain diperlukan sebagai identitas website agar mudah diakses lewat Internet, misalnya saja “sorsawo.com”.

Berapa biaya untuk mendapatkan nama domain? Kalau kita menggunakan ekstensi .COM biaya yang diperlukan sekitar 150 ribu rupiah, sedangkan kalau pakai ekstensi domain lokal seperti .WEB.ID biayanya lebih murah yaitu sekitar 50 ribu rupiah.

Biaya nama domain tersebut berlaku untuk satu tahun dan harus diperpanjang tiap tahunnya jika masih digunakan.

Baca Juga: 10 Cara Efektif Menentukan Nama Domain Yang Unik dan Menarik

Web Hosting

Web hosting adalah penyedia layanan penyimpanan data di Internet. Setiap website memerlukan layanan hosting untuk menempatkan data-data website agar website tersebut bisa diakses dari seluruh dunia selama 24 jam nonstop.

Secara umum ada tiga tipe web hosting, yaitu Shared Hosting, Virtual Private Server (VPS) dan Dedicated Server.

Shared Hosting merupakan tipe hosting yang paling banyak digunakan oleh website di Internet. Mengapa demikian? Karena ongkos sewanya paling murah dibandingkan dengan tipe hosting yang lainnya.

Biaya sewa hosting bervariasi, tergantung spesifikasi teknis yang ditawarkan. Setiap penyedia layanan hosting biasanya menyediakan beberapa pilihan paket hosting yang bisa digunakan oleh pelanggan sesuai dengan kebutuhan.

Pada umumnya dengan biaya sekitar 30 ribu perbulan kita sudah bisa mendapatkan paket hosting dengan kualitas yang lumayan bagus dan kapasitas penyimpanan data yang cukup besar.

Baca Juga: Apa Perbedaan Antara Shared Hosting, VPS dan Dedicated Server

Setup WordPress

Kita bisa melakukan instalasi dan setup WordPress sendiri karena cukup mudah. Dengan mengikuti panduan setup WordPress yang ada di website Sorsawo Magazine ini saya yakin Anda tidak akan mengalami kesulitan.

Dengan asumsi bahwa kita melakukan instalasi dan setup WordPress sendiri maka bisa dikatakan bahwa biaya setup WordPress ini adalah gratis.

Baca Juga: Panduan Instalasi WordPress

WordPress Theme

Theme adalah komponen WordPress yang berfungsi untuk mengatur tampilan atau layout website agar lebih menarik. Instalasi WordPress theme kita perlukan apabila theme standar yang ada di WordPress tidak sesuai dengan keinginan kita.

Ada dua jenis WordPress theme, yaitu Free dan Premium.

Free WordPress theme bisa kita download secara gratis. Ada ribuan theme gratis yang dapat kita coba. Namun terkadang, kita membutuhkan fungsi theme yang tidak dimiliki oleh theme gratisan, sehingga kita perlu jenis WordPress theme yang kedua yaitu Premium Theme.

Dengan asumsi bahwa kita hanya akan menggunakan WordPress theme yang free, maka biaya untuk theme ini bisa diabaikan.

Baca Juga: Panduan Instalasi WordPress Theme

WordPress Plugin

Plugin adalah komponen WordPress yang berfungsi untuk menambah fitur baru pada WordPress. Kalau kita ingin membuat website dengan WordPress, agar fitur yang tersedia lebih lengkap, kita bisa melakukan instalasi WordPress plugin.

Sebagai contoh, kita ingin membuat toko online. Kalau hanya mengandalkan WordPress saja tentu saja tidak bisa. Kita harus menggunakan plugin tertentu seperti WooCommerce atau Easy Digital Downloads.

Ada ribuan plugin yang bisa kita manfaatkan untuk menambah fitur pada WordPress. Seperti halnya WordPress themes, plugins ada yang Free (gratis) dan ada juga yang Premium (berbayar).

Dengan asumsi bahwa kita hanya akan menggunakan WordPress plugin yang free, maka biaya untuk plugin ini bisa diabaikan.

Baca Juga: Panduan Instalasi WordPress Plugin

Kesimpulan

Dengan menghitung komponen biaya yang meliputi nama domain, web hosting, setup WordPress, theme dan plugin di atas maka dapat disimpulkan bahwa minimum kita memerlukan sekitar 410 ribu rupiah setiap tahunnya untuk biaya website.

Tidak terlalu mahal bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *