Ini Dia Faktor Penentu Biaya Layanan Jasa Desain Website

biaya layanan jasa desain website

Bicara mengenai biaya layanan jasa desain website, bisa jadi setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda-beda.

Mengapa demikian?

Karena biaya layanan jasa desain website itu tidak pasti dan batasannya pun tidak jelas. Jarang sekali ada perusahaan desain website yang menetapkan secara pasti berapa biaya layanan jasa desain website yang mereka tawarkan.

Pada umumnya mereka menerapkan strategi biaya terendah dengan cara menuliskan di website mereka dengan kata-kata seperti “mulai Rp 1 juta”, “mulai Rp 2 juta”, dan seterusnya.

Harus kita akui bahwa memang ada banyak faktor yang menentukan tinggi rendahnya biaya layanan jasa desain website. Apa sajakah faktor tersebut?

Baca Juga: 8 Alasan Mengapa Pelaku Bisnis Harus Mempunyai Website

Platform Website

Faktor pertama yang mempengaruhi biaya jasa layanan desain website yaitu platform atau software yang digunakan di website tersebut.

Desain website dengan platform WordPress tentu berbeda dengan Drupal, Joomla, atau Magento. Apalagi kalau klien menghendaki agar website tersebut dibuat secara manual tanpa bantuan CMS.

Baca Juga: Pilih WordPress atau Blogger? Ini Dia Perbandingan Keduanya

Tingkat Kesulitan

Proyek desain website itu mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Kita tidak bisa menyamakan antara proyek yang satu dengan proyek yang lain, meskipun CMS yang digunakan sama.

Jangan pula membayangkan kalau membuat toko online dengan Magento itu sama biayanya dengan kalau kita membuat toko online dengan WordPress / WooCommerce. Magento memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi, jadi tak heran jika biayanya lebih mahal.

Baca Juga: Panduan Membuat Toko Online Dengan WooCommerce

Fitur Website

Biaya jasa layanan desain website juga dipengaruhi oleh seberapa banyak fitur yang diminta oleh klien. Semakin banyak fitur yang diminta maka biaya yang dibutuhkan juga akan makin besar.

Baca Juga: Menghitung Biaya Membuat Website Sendiri Dengan WordPress

Waktu Pengerjaan

Logikanya, jika klien menghendaki proyeknya cepat selesai maka diperlukan pengorbanan dari pihak penyedia layanan jasa desain website tersebut, misalnya lembur atau menambah tenaga kerja. Konsekuensinya yaitu biaya layanan menjadi lebih tinggi.

Dalam menentukan biaya, penyedia layanan jasa desain website biasanya juga akan memperhitungkan resiko molornya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Apa yang menyebabkan molornya waktu?

Banyak sekali penyebabnya, salah satunya yaitu adanya REVISI.

Harus disadari bahwa penilaian hasil desain website itu sifatnya subyektif. Jika klien langsung puas tentunya pekerjaan akan cepat selesai. Sebaliknya, jika kliennya “rewel” dan permintaannya aneh-aneh maka pekerjaan tidak akan selesai-selesai.

Untuk mengantisipasi terjadinya revisi yang berulang kali inilah maka sekarang banyak penyedia layanan jasa desain website yang menerapkan biaya layanan dengan hitungan jam. Harga total akan dihitung di akhir kontrak berdasarkan jumlah jam yang dihabiskan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Dalam hal ini resiko tidak lagi ditanggung oleh penyedia layanan jasa desain website akan tetapi dialihkan ke pihak klien. Artinya makin lama pekerjaan tersebut maka harga yang harus dibayar oleh klien akan semakin tinggi.

Baca Juga: Ingin Sukses Membangun Website, Pahami 5 Kuncinya Berikut Ini

Latar Belakang Web Designer / Developer

Latar belakang web designer / developer yang mengerjakan proyek desain website juga berpengaruh pada biaya jasa layanan tersebut.

Jangan harap biaya layanan jasa desain website yang dipatok oleh perusahaan yang sudah terkenal akan sama dengan perusahaan kecil, apalagi membandingkannya dengan desainer perseorangan. Tentu saja akan jauh berbeda.

Dengan mempertimbangkan beberapa faktor di atas tidak heran jika biaya layanan jasa desain wesite bisa berbeda-beda antara penyedia layanan yang satu dengan lainnya.

Bagaimana pendapat Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *