Apa Itu cPanel? Mengapa Kita Harus Menggunakan cPanel?

apa itu cpanel

cPanel adalah aplikasi yang berfungsi untuk memudahkan pengaturan web hosting. Penyedia layanan hosting biasanya menyediakan aplikasi tersebut agar pengguna bisa mengatur akun hosting mereka sendiri dengan mudah tanpa harus mengakses server secara langsung.

Kita bisa menggunakan aplikasi cPanel untuk menambah sub domain, mengubah setting DNS, menambah alamat email, membuat database, mengupload file, instalasi CMS, dan sebagainya.

Baca Juga: Apa Perbedaan Antara Shared Hosting, VPS dan Dedicated Server

Apa Saja Fitur cPanel?

Berikut ini fitur yang dimiliki oleh aplikasi cPanel:

  • Spam Assasins: Fitur yang berfungsi untuk melindungi Inbox dari email spam dengan menyaring pesan yang masuk.
  • BoxTrapper: Fitur yang berfungsi melindungi inbox email dari serangan spam dengan mengharuskan semua pengirim terverifikasi pada daftar Whitelist.
  • Subdomain: Fitur yang berfungsi untuk membuat subdomain website.
  • Addon Domain: Fitur yang berfungsi menambah domain pada akun cPanel.
  • Parked Domain: Fitur yang berfungsi untuk mengarahkan domain yang diparkir agar menampilkan domain utama.
  • Redirect: Fitur yang berfungsi untuk mengarahkan sebuah halaman tertentu ke halaman lainnya.
  • DNS Zone Editor: Fitur yang berfungsi mengatur setting DNS.
  • MX Entry: Fitur yang berfungsi untuk mengatur setting email.
  • SSL / TLS Manager: Fitur yang berfungsi mengatur koneksi HTTPS di website.
  • IP Deny Manager: Fitur yang berfungsi untuk memblok alamat IP agar tidak bisa mengakses website kita.
  • Virus Scanner: Fitur yang berfungsi untuk mencegah virus masuk ke server.
  • Hotlinking Protection: Fitur yang berfungsi untuk menghindarkan website dari pencurian bandwidth lewat hotlinking.
  • Password Protect Directories: Fitur yang berfungsi untuk memberi perlindungan berupa kunci password tambahan pada sebuah folder.
  • Leech Protect: Fitur yang berfungsi untuk memberi perlindungan password tambahan pada direktori. Namun, ia akan memblokir IP jika salah memasukkan password sekian kali.
  • File Manager: Fitur yang berfungsi untuk mengatur direktori dan file website kita.
  • Disk Space Usage: Fitur yang berfungsi untuk menyediakan cara cepat untuk melihat disk space yang dipakai tiap folder.
  • Bandwidth: Fitur yang berfungsi untuk melihat penggunaan bandwidth dari website kita.
  • Backups: Fitur yang berfungsi untuk membuat cadangan data website kita agar aman.
  • Change Password: Fitur yang berfungsi untuk mengganti password cPanel.
  • FTP Accounts: Fitur yang berfungsi untuk mengatur akses FTP di website kita.
  • FTP Session Control: Fitur yang berfungsi untuk melihat siapa yang login melalui FTP ke website kita serta menghentikan session FTP tanpa ijin.
  • MySQL Databases: Fitur yang berfungsi untuk membuat database, user, dan mengatur hak akses dari setiap user.
  • phpMyAdmin: Fitur yang berfungsi untuk mengedit database.
  • Remote MySQL: Fitur yang berfungsi untuk mengatur agar kita bisa mengakses database tanpa login ke cPanel.
  • Webmail: Fitur yang berfungsi untuk mengakses email lewat web.
  • Email Trace: Fitur yang berfungsi untuk melacak pengiriman email dari server.
  • Auto Responder: Fitur yang berfungsi untuk membalas pesan secara otomatis.
  • Forwarders: Fitur yang berfungsi untuk mengirim salinan email yg diterima ke alamat email lain.
  • Cron Job: Fitur yang berfungsi untuk menjalankan script secara otomatis di server kita.
  • Softaculous: Fitur yang berfungsi untuk memudahkan proses instalasi aplikasi web populer seperti WordPress.

Baca Juga: Keuntungan Memiliki Alamat Email Dengan Nama Domain Sendiri

Bagaimana Cara Mengakses cPanel?

Perlu diketahui bahwa setiap akun web hosting hanya bisa memiliki satu username saja untuk login ke cPanel. Oleh karena itu jika kita menambahkan addon, parked atau subdomain pada akun web hosting kita maka domain tersebut tidak akan memiliki username cPanel yang berdiri sendiri.

Kita bisa mengakses aplikasi cPanel dengan alamat URL sebagai berikut:

http://alamat-IP-website/cpanel

Misalnya: http://1.2.3.4/cpanel

Alternatif lainnya, jika nama domain website kita adalah “example.com” dan konfigurasi name server domain tersebut sudah diarahkan ke alamat IP server web hosting, kita bisa mengakses aplikasi cPanel dengan alamat URL sebagai berikut:

http://example.com/cpanel

Selanjutnya kita akan diminta untuk mengisikan username dan password yang kita miliki agar bisa masuk ke halaman administrasi cPanel.

Username dan password untuk mengakses aplikasi cPanel pada umumnya bisa kita temukan di dalam email yang kita terima setelah paket web hosting tersebut aktif.

Baca Juga: Panduan Setup Zoho Mail Dengan Nama Domain Sendiri

Mengakses cPanel Lewat Proxy

Jika kita tidak bisa mengakses cPanel ada kemungkinan konfigurasi firewall jaringan Internet di tempat kita tidak memperbolehkan untuk mengakses port yang dimiliki oleh cPanel. Jika permasalahannya seperti ini apa yang harus dilakukan?

Secara umum, jika domain kita adalah “example.com” maka kita bisa mengakses cPanel dengan alamat URL sebagai berikut:

http://alamat-IP-website/cpanel

atau

http://example.com/cpanel

Dan selanjutnya URL tersebut secara otomatis akan dialihkan ke alamat URL sebagai berikut:

http://alamat-IP-website:2082

atau

http://example.com:2082

Persoalannya, alamat URL tersebut di atas kadang-kadang menimbulkan masalah karena harus mengakses port 2082 yang mungkin saja diblok oleh firewall. Oleh karena itu, jika kita tidak bisa login dengan alamat URL tersebut, kita bisa mengakses cPanel lewat proxy dengan alamat URL sebagai berikut:

http://cpanel.example.com

Baca Juga: Domain Name Generator, Tool Wajib Bagi Pemburu Nama Domain Unik

Cara Mengecek Port cPanel Diblok Atau Tidak

Ada beberapa port standar yang biasa digunakan oleh aplikasi Internet, yaitu sebagai berikut:

Nama AplikasiNomor Port
cPanel2082
cPanel Webmail2095
FTP21
SSH22
POP3110
IMAP143
SMTP25
HTTP80
SSL443

Kita bisa mengecek apakah port yang digunakan oleh cPanel, webmail atau yang lainnya diblok oleh ISP atau tidak dengan cara sebagai berikut:

1. Jalankan command prompt (lihat caranya pada tabel di bawah).

2. Misalnya website kita adalah “example.com” dan kita ingin mengecek port cPanel (2082), caranya ketikkan perintah seperti di bawah ini.

telnet example.com 2082

3. Lihat hasilnya, jika port tersebut tidak diblok kita akan mendapatkan hasil seperti contoh di bawah ini.

Trying 93.184.216.119... 
Connected to example.com.
Escape character is '^]'.

Jika diblok kita akan mendapat pesan error seperti contoh di bawah ini.

Trying 93.184.216.119... 
telnet: connect to address 93.184.216.119: Connection refused
telnet: Unable to connect to remote host

Baca Juga: Menghitung Biaya Membuat Website Sendiri Dengan WordPress

Berikut ini langkah-langkah untuk menjalankan command prompt berdasarkan sistem operasi komputer yang kita gunakan.

Sistem OperasiProsedur
Windows 8Dari tampilan Start ketikkan cmd lalu tekan Enter.
Windows Vista dan 7Klik Start, ketikkan cmd lalu tekan Enter.
Windows NT, 2000, dan XPKlik Start, klik Run, ketikkan cmd atau command lalu tekan Enter.
MacKlik menu Applications > Utilities > Terminal.
LinuxKlik menu Applications > Accessories > Terminal.

Itulah sedikit pengenalan tentang aplikasi cPanel. Jika kita berencana untuk membuat website maka ada kemungkinan kita akan sering menggunakan aplikasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *